mathaijoseph – Harga smartphone diperkirakan akan mengalami kenaikan sepanjang tahun 2026. Penyebab utama kenaikan ini bukan berasal dari fitur baru atau teknologi tambahan. Faktor terbesar justru berasal dari lonjakan harga komponen memori, khususnya RAM dan storage.
Kenaikan harga komponen tersebut diperkirakan akan berdampak langsung pada biaya produksi smartphone. Produsen kemungkinan harus menyesuaikan harga jual perangkat untuk menutupi peningkatan biaya komponen.
“Baca Juga: POCO C85x 5G Hadir Bawa Unisoc T8300″
Situasi ini menjadi perhatian bagi industri smartphone global. Komponen memori merupakan salah satu bagian penting dalam struktur biaya perangkat.
Jika harga memori terus meningkat, maka dampaknya akan terasa pada berbagai segmen smartphone. Mulai dari perangkat entry-level hingga model flagship berpotensi mengalami kenaikan harga.
Laporan terbaru dari Counterpoint Research menunjukkan bahwa tren kenaikan harga komponen memori sudah mulai terlihat dalam beberapa kuartal terakhir.
Harga RAM Mobile Naik 50 Persen dalam Satu Kuartal
Menurut laporan Counterpoint Research, harga RAM mobile mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Harga RAM disebut meningkat sekitar 50 persen secara quarter-on-quarter.
Kenaikan tersebut menunjukkan lonjakan yang cukup tajam dalam waktu relatif singkat. RAM merupakan komponen penting dalam performa smartphone, sehingga hampir semua perangkat modern membutuhkan kapasitas memori yang cukup besar.
Selain RAM, komponen penyimpanan juga mengalami kenaikan harga yang lebih drastis. Harga NAND storage dilaporkan melonjak lebih dari 90 persen dalam periode yang sama.
Lonjakan ini membuat produsen smartphone harus menanggung biaya komponen yang jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Situasi tersebut dapat memengaruhi strategi harga perangkat di pasar.
Jika tren ini terus berlanjut, produsen kemungkinan harus menaikkan harga jual smartphone untuk menjaga margin keuntungan.
Komponen Memori Kini Menyerap Sebagian Besar Biaya Produksi
Kenaikan harga RAM dan storage berdampak langsung pada struktur biaya produksi smartphone. Dalam industri elektronik, struktur biaya ini dikenal sebagai Bill of Materials atau BoM.
Pada smartphone entry-level dengan RAM 6GB LPDDR4X dan storage 128GB eMMC, memori kini menyerap sekitar 43 persen dari total BoM. Angka tersebut meningkat sekitar 25 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa komponen memori menjadi salah satu faktor biaya terbesar dalam produksi smartphone. Sebelumnya, porsi biaya memori tidak sebesar saat ini.
Situasi ini membuat produsen harus menyesuaikan strategi produksi dan harga. Jika biaya komponen terus naik, perusahaan harus mencari cara untuk menjaga keseimbangan antara harga jual dan keuntungan.
Bagi konsumen, perubahan ini bisa berdampak pada harga perangkat di pasar. Smartphone dengan spesifikasi serupa kemungkinan akan dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.
Segmen Smartphone Menengah dan Premium Juga Terkena Dampak
Kenaikan harga komponen tidak hanya memengaruhi smartphone kelas bawah. Segmen kelas menengah juga mulai merasakan dampak dari lonjakan harga memori.
Smartphone kelas menengah dengan RAM 8GB LPDDR5X dan storage 256GB UFS 4.0 mengalami peningkatan biaya komponen. Harga RAM pada konfigurasi tersebut naik sekitar 15 persen, sementara storage meningkat sekitar 11 persen.
Proyeksi untuk kuartal berikutnya bahkan menunjukkan kemungkinan kenaikan yang lebih tinggi. Jika hal ini terjadi, produsen mungkin perlu menyesuaikan harga jual perangkat kelas menengah.
Di segmen premium, produsen memang memiliki margin keuntungan yang lebih besar. Namun peningkatan harga komponen tetap memberikan tekanan terhadap biaya produksi.
Smartphone flagship dengan RAM 16GB LPDDR5X dan storage 512GB UFS 4.1 diperkirakan mengalami kenaikan BoM yang cukup besar. Estimasi kenaikan biaya berada di kisaran 100 hingga 150 dolar AS.
Jika dikonversi ke rupiah, angka tersebut setara sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2,3 juta. Peningkatan biaya tersebut tentu menjadi faktor penting dalam menentukan harga akhir perangkat.
“Baca Juga: Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei Dilaporkan Terluka”
Potensi Kenaikan Harga Smartphone di Berbagai Segmen
Jika tren kenaikan harga memori terus berlanjut, dampaknya akan terasa pada harga smartphone di pasar global. Perangkat entry-level diperkirakan akan mengalami kenaikan harga dalam waktu dekat.
Laporan tersebut memperkirakan smartphone murah dapat naik sekitar 30 dolar AS pada kuartal berikutnya. Jika dikonversi ke rupiah, angka tersebut setara sekitar Rp500 ribuan.
Sementara itu, smartphone premium berpotensi mengalami kenaikan harga yang lebih besar. Perangkat flagship diperkirakan dapat naik sekitar 150 hingga 200 dolar AS.
Dalam rupiah, kenaikan tersebut setara sekitar Rp2,5 juta hingga Rp3 juta. Angka tersebut menunjukkan bahwa segmen premium juga tidak kebal terhadap lonjakan biaya komponen.
Kondisi ini menunjukkan betapa pentingnya komponen memori dalam industri smartphone. Jika harga RAM dan storage terus meningkat, produsen kemungkinan harus menyesuaikan harga perangkat mereka di pasar global.





Leave a Reply