mathaijoseph – Samsung disebut berhasil memperoleh proyek baru dari Neuralink untuk memproduksi chipset generasi keempat perusahaan tersebut. Jika laporan terbaru ini terbukti benar, kerja sama tersebut akan menjadi langkah penting bagi bisnis foundry Samsung yang tengah berupaya memperkuat posisinya di industri semikonduktor.
Kabar ini muncul tidak lama setelah Samsung dipercaya memproduksi chip kecerdasan buatan untuk kendaraan otonom Tesla. Kini, perusahaan asal Korea Selatan itu kembali dikaitkan dengan proyek teknologi milik Elon Musk yang berfokus pada antarmuka otak dan komputer.
“Baca Juga: Sony LYTIA L910 Resmi Diumumkan untuk Smartphone”
Seluruh informasi yang beredar masih berasal dari laporan industri dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh Samsung maupun Neuralink. Meski demikian, proyek ini dinilai berpotensi menjadi salah satu kontrak strategis bagi kedua perusahaan.
Selain menghadirkan perubahan mitra manufaktur, Neuralink generasi keempat juga disebut membawa peningkatan teknologi yang jauh lebih canggih dibandingkan generasi sebelumnya.
Neuralink Beralih dari TSMC ke Samsung untuk Chip Baru
Menurut laporan terbaru, Neuralink tidak lagi menggunakan TSMC sebagai mitra produksi untuk chipset generasi berikutnya. Sebagai gantinya, Samsung dikabarkan akan menangani proses manufaktur chip tersebut.
Pada generasi sebelumnya, Neuralink memanfaatkan layanan produksi TSMC untuk membuat chip generasi ketiga. Namun, strategi tersebut disebut mengalami perubahan pada pengembangan generasi terbaru.
Samsung dikabarkan akan memproduksi chipset Neuralink menggunakan teknologi fabrikasi 4 nanometer. Proses manufaktur tersebut menjadi salah satu teknologi yang saat ini dimiliki divisi foundry Samsung.
Laporan tersebut juga menyebut pengiriman sampel pertama ditargetkan berlangsung pada paruh pertama tahun 2027. Jadwal tersebut menjadi tahap awal sebelum produksi dalam skala yang lebih besar dilakukan.
Hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai volume produksi maupun nilai kontrak yang disepakati oleh kedua perusahaan.
Chip Generasi Keempat Disebut Dukung Komunikasi Dua Arah
Neuralink generasi keempat dikabarkan menghadirkan kemampuan yang lebih maju dibandingkan pendahulunya. Peningkatan terbesar disebut berada pada sistem komunikasi antara otak manusia dan perangkat komputasi.
Pada generasi sebelumnya, chip Neuralink difokuskan untuk membaca sinyal dari otak. Informasi tersebut kemudian diterjemahkan menjadi perintah yang dapat dijalankan oleh perangkat elektronik.
Versi terbaru disebut tidak hanya mampu menerima sinyal dari otak. Chip tersebut juga dirancang untuk mengirimkan informasi kembali ke otak melalui stimulasi neuron tertentu.
Kemampuan komunikasi dua arah tersebut membuka peluang penggunaan yang lebih luas. Teknologi ini berpotensi dimanfaatkan dalam berbagai bidang, termasuk pengembangan perangkat medis.
Salah satu contoh yang disebut dalam laporan adalah membantu memulihkan kemampuan penglihatan pasien. Proses tersebut dilakukan dengan menstimulasi neuron tertentu agar dapat mensimulasikan fungsi visual.
Meski demikian, implementasi teknologi tersebut masih bergantung pada proses pengembangan dan pengujian lebih lanjut sebelum dapat digunakan secara luas.
Kepadatan Produksi TSMC Diduga Jadi Alasan Perubahan
Perpindahan Neuralink ke Samsung diduga tidak terlepas dari kondisi industri semikonduktor saat ini. Permintaan terhadap chip AI yang terus meningkat membuat kapasitas produksi berbagai foundry menjadi semakin padat.
TSMC disebut menghadapi lonjakan pesanan dari sejumlah perusahaan teknologi besar. Salah satu pelanggan utamanya adalah NVIDIA yang membutuhkan kapasitas produksi dalam jumlah sangat besar.
Kondisi tersebut diduga membuat waktu tunggu produksi di TSMC menjadi lebih panjang. Situasi ini membuka peluang bagi Samsung untuk menawarkan kapasitas manufaktur yang lebih cepat dan fleksibel.
Bagi perusahaan yang sedang mengembangkan produk baru, ketersediaan kapasitas produksi menjadi faktor penting. Karena itu, perpindahan mitra manufaktur dinilai sebagai langkah yang memungkinkan percepatan proses pengembangan.
Meski demikian, alasan pasti di balik perubahan mitra produksi masih belum dijelaskan secara resmi oleh pihak terkait.
“Baca Juga: Dukungan Komunitas Destiny 2 Tak Pengaruhi Bungie”
Proyek Neuralink Berpotensi Perkuat Bisnis Foundry Samsung
Bagi Samsung, kerja sama dengan Neuralink memiliki arti yang lebih besar daripada sekadar memperoleh kontrak baru. Proyek ini berpotensi memperkuat posisi divisi foundry yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi persaingan ketat di industri semikonduktor.
Samsung terus berupaya meningkatkan daya saing layanan manufaktur chipnya. Kehadiran pelanggan besar seperti Neuralink dapat menjadi salah satu langkah penting dalam memperluas portofolio proyek perusahaan.
Selain meningkatkan reputasi, kontrak tersebut juga berpotensi membantu pemanfaatan kapasitas produksi yang dimiliki Samsung. Hal ini dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan bisnis foundry dalam jangka panjang.
Menurut laporan yang beredar, Samsung menargetkan bisnis manufaktur chipnya kembali mencatat keuntungan pada tahun 2028. Proyek-proyek besar seperti Neuralink diperkirakan dapat memberikan kontribusi terhadap pencapaian target tersebut.
Hingga saat ini, Samsung maupun Neuralink masih belum memberikan pernyataan resmi mengenai kerja sama tersebut. Namun, apabila laporan ini terbukti akurat, kolaborasi keduanya dapat menjadi salah satu perkembangan penting di industri semikonduktor sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan teknologi antarmuka otak dan komputer pada masa mendatang.





Leave a Reply