mathaijoseph – NASA kembali memindahkan roket raksasa Space Launch System (SLS) ke landasan peluncuran. Momen ini menjadi langkah penting menuju misi Artemis II. Roket tersebut kini berada di Pad 39B, Kennedy Space Center.
Perjalanan dimulai dari gedung perakitan Vehicle Assembly Building. Jarak tempuhnya sekitar 6,4 kilometer menuju landasan. Proses ini dilakukan secara perlahan demi menjaga keamanan struktur roket.
“Baca Juga: Media Sosial: Instagram dan YouTube Disebut Picu Candu”
SLS setinggi 98 meter membawa wahana antariksa Orion. Keduanya menjadi inti dari misi berawak Artemis II. Misi ini akan menjadi penerbangan manusia pertama mengelilingi Bulan dalam lebih dari 50 tahun.
Proses Pemindahan Roket Dilakukan Super Lambat demi Keamanan
Pemindahan roket dilakukan menggunakan kendaraan khusus bernama Crawler-Transporter-2. Kendaraan ini memiliki desain mirip tank dengan roda rantai besar. Alat ini telah digunakan sejak era roket Saturn V.
Kecepatan maksimal kendaraan hanya sekitar 1,6 km per jam. Dalam praktiknya, pergerakan sering lebih lambat dari itu. Hal ini dilakukan untuk menghindari tekanan berlebih pada struktur roket.
NASA mengibaratkan proses ini seperti membawa benda sangat berharga. Setiap gerakan harus halus dan terkontrol. Tim teknis juga terus memantau kondisi selama perjalanan berlangsung.
Perjalanan sejauh 6 kilometer dapat memakan waktu hingga 12 jam. Durasi panjang ini dianggap wajar dalam operasi berisiko tinggi. Keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap tahap.
Masalah Sistem Helium Sempat Tunda Persiapan Peluncuran
Sebelum kembali ke landasan, roket sempat mengalami kendala teknis. Masalah ditemukan pada sistem helium saat uji pengisian bahan bakar. Sistem ini berfungsi menjaga tekanan dalam tangki propelan.
Akibat gangguan tersebut, roket ditarik kembali ke gedung perakitan. Tim teknisi melakukan perbaikan menyeluruh pada komponen yang bermasalah. Beberapa katup diganti untuk memastikan sistem bekerja optimal.
Selain itu, baterai pada sistem penting juga diperbarui. Langkah ini diambil untuk meningkatkan keandalan selama misi. NASA memilih pendekatan hati-hati daripada mengambil risiko.
Kini, perbaikan diklaim telah selesai sepenuhnya. Tim akan melakukan pengecekan lanjutan di landasan. Hal ini untuk memastikan semua sistem siap sebelum peluncuran.
Kru Astronaut Artemis II Siap Jalani Misi Mengelilingi Bulan
Misi Artemis II akan membawa empat astronaut dalam perjalanan bersejarah. Mereka adalah Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen.
Para astronaut saat ini menjalani karantina prapenerbangan. Mereka juga melakukan pelatihan intensif untuk persiapan misi. Latihan mencakup penggunaan baju antariksa dan simulasi peluncuran.
Misi ini akan berlangsung selama sekitar 10 hari. Awak akan mengelilingi sisi jauh Bulan sebelum kembali ke Bumi. Ini menjadi misi berawak pertama dalam program Artemis.
Keberhasilan misi ini akan menjadi tonggak penting eksplorasi luar angkasa. NASA ingin membuka jalan bagi misi lanjutan. Program ini menargetkan pendaratan manusia di Bulan kembali.
“Baca Juga: Samsung Rilis Browser untuk Windows, Dukung Sinkronisasi”
Jadwal Peluncuran dan Target Masa Depan Program Artemis
NASA menargetkan peluncuran Artemis II pada 1 April 2026. Waktu peluncuran dijadwalkan pukul 18:24 EDT. Jika tertunda, tersedia beberapa jadwal cadangan pada awal April.
Jendela peluncuran alternatif mencakup tanggal 2 hingga 6 April. Selain itu, peluang terakhir tersedia pada 30 April. Penjadwalan fleksibel ini penting untuk mengantisipasi kondisi teknis dan cuaca.
Keberhasilan Artemis II akan menentukan langkah berikutnya. NASA merencanakan misi Artemis III pada 2027. Tahap ini akan menjadi uji lanjutan sebelum pendaratan manusia.
Program akan berlanjut ke Artemis IV pada 2028. Misi tersebut menargetkan kembalinya manusia ke permukaan Bulan. Dengan demikian, Artemis II menjadi fondasi utama eksplorasi masa depan.





Leave a Reply