mathaijoseph.com – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar upaya penyelundupan sabu lintas negara. Jaringan ini menghubungkan Malaysia dengan Indonesia melalui jalur laut dan darat. Barang haram tersebut diselundupkan melalui Kabupaten Karimun dan Pekanbaru, Riau. Operasi ini menjadi bagian dari strategi Bareskrim dalam mempersempit ruang gerak sindikat narkotika internasional.
Kronologi Penangkapan Kurir Hingga Pengendali
Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, menjelaskan bahwa indikasi penyelundupan telah terdeteksi sejak akhir Juli 2025. Pada 9 Agustus 2025, sekitar pukul 13.45 WIB, tim gabungan mulai bergerak. Mereka membuntuti dua tersangka, Riduan dan Rahmat Dani, dari Karimun menuju Pekanbaru. Kedua orang itu bertemu dengan Ade Saputra di sebuah warung makan.
Saat pertemuan, terjadi penyerahan tas warna abu-abu. Penggeledahan menemukan enam bungkus sabu ukuran besar dan lima bungkus ukuran kecil. Total barang bukti mencapai 6,5 kilogram. Ade mengaku diperintah oleh seorang bernama Ncek, yang kini berstatus DPO dan berada di Malaysia. Narkotika tersebut direncanakan dibawa ke Jakarta melalui jalur darat, dengan imbalan Rp80 juta untuk Ade.
Hasil interogasi mengungkap peran Riduan dan Rahmat Dani. Mereka diperintah Amar untuk mengambil sabu di Tanjung Balai Karimun dan mengantarnya ke Pekanbaru. Keduanya baru menerima upah Rp5 juta. Informasi ini memandu polisi menangkap Amar, yang berperan sebagai pengendali kurir. Amar mengaku mendapat Rp180 juta atas perannya.
“Baca Juga : Komdigi Terapkan Verifikasi Usia untuk Lindungi Anak“
Bareskrim Lakukan Langkah Lanjutan dan Ancaman Jaringan Internasional
Keempat tersangka kini ditahan untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi terus memburu Ncek dan pihak lain yang terlibat. Menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN), Riau merupakan salah satu pintu masuk narkotika terbesar dari Malaysia. Jalur laut yang terbuka dan dekat dengan perbatasan membuat wilayah ini rawan penyelundupan.
Brigjen Pol Eko Hadi menegaskan bahwa kasus ini akan dikembangkan untuk mengungkap jaringan lebih luas. “Rencana tindak lanjut akan dilakukan pengembangan terhadap jaringan dan pengejaran DPO,” ujarnya. Keberhasilan operasi ini menunjukkan bahwa sinergi intelijen, patroli laut, dan pengawasan darat menjadi kunci memutus rantai pasok narkotika.
Dengan penyitaan 6,5 kilogram sabu, Bareskrim berhasil mencegah peredaran ribuan paket narkotika di masyarakat. Pemerintah mendorong masyarakat untuk melaporkan aktivitas mencurigakan demi menekan peredaran narkoba. Penindakan tegas seperti ini diharapkan memberi efek jera dan mempersempit ruang gerak sindikat narkotika internasional.
“Baca Juga : Zikir Nasional 2025, Menag Ajak Jaga Kerukunan Umat“





Leave a Reply