mathaijoseph – Bungie dilaporkan tengah mempersiapkan perubahan besar di dalam studio setelah update terakhir Destiny 2 dirilis pada Juni mendatang. Kabar tersebut memicu kekhawatiran di kalangan komunitas dan karyawan internal perusahaan.
Laporan terbaru menyebut studio milik Sony itu kemungkinan akan melakukan gelombang PHK besar. Langkah tersebut dikaitkan dengan berakhirnya pengembangan aktif Destiny 2 setelah bertahun-tahun menjadi proyek utama Bungie.
Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh jurnalis Bloomberg, Jason Schreier. Dalam laporannya, Bungie disebut sedang menyusun restrukturisasi internal yang cukup besar setelah update besar terakhir Destiny 2 pada 9 Juni.
“Baca Juga: AOC Ikut Masuk Pasar Monitor Gaming 1000Hz”
Sampai sekarang, Bungie belum memberikan konfirmasi resmi mengenai jumlah karyawan yang akan terdampak. Namun, situasi tersebut membuat banyak penggemar khawatir terhadap masa depan studio dan franchise Destiny.
Destiny 2 sendiri sudah menjadi salah satu game live service terbesar selama beberapa tahun terakhir. Game tersebut memiliki komunitas aktif dan terus menerima ekspansi serta update berkala sejak dirilis.
Destiny 2 Disebut Tidak Akan Langsung Dapat Sekuel
Salah satu alasan utama perubahan internal ini diduga karena Bungie belum memiliki rencana penuh untuk Destiny 3. Laporan Bloomberg menyebut berbagai proposal proyek baru memang sempat diajukan secara internal.
Namun, hingga kini belum ada proyek yang mendapat persetujuan untuk masuk tahap produksi resmi. Situasi tersebut membuat masa depan franchise Destiny menjadi tanda tanya besar di mata komunitas.
Berakhirnya update utama Destiny 2 juga dianggap sebagai penutup era panjang franchise tersebut. Banyak anggota tim pengembang kini disebut tidak lagi memiliki proyek aktif terkait seri tersebut.
Kondisi inilah yang memunculkan spekulasi mengenai PHK massal di dalam Bungie. Jika pengembangan Destiny 2 benar-benar dihentikan, sebagian besar tim lama kemungkinan akan mengalami perubahan peran.
Beberapa penggemar sebenarnya masih berharap Bungie tetap melanjutkan seri Destiny dalam bentuk baru. Namun, laporan terbaru menunjukkan studio belum siap memulai pengembangan Destiny 3 dalam waktu dekat.
Situasi ini menjadi pukulan berat bagi komunitas pemain lama yang mengikuti Destiny sejak era game pertama. Franchise tersebut selama bertahun-tahun menjadi salah satu identitas utama Bungie.
Bungie Kini Fokus Besar ke Marathon
Di tengah ketidakjelasan masa depan Destiny, Bungie justru disebut semakin fokus pada Marathon. Game extraction shooter tersebut kini menjadi prioritas utama studio dalam beberapa bulan terakhir.
Sebagian anggota tim Destiny bahkan sudah dipindahkan untuk membantu pengembangan Marathon. Langkah itu menunjukkan Bungie sedang mengalihkan sumber daya internal ke proyek baru mereka.
Marathon sendiri merupakan reboot dari franchise lama Bungie dengan pendekatan multiplayer extraction shooter modern. Genre tersebut saat ini memang cukup populer di industri game online kompetitif.
Sony tampaknya masih melihat Marathon sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan Bungie. Meski performa awal game disebut belum memenuhi ekspektasi perusahaan, proyek tersebut tetap dipertahankan.
Laporan yang beredar juga menyebut Marathon sempat memberikan dampak kerugian bagi Sony. Namun, perusahaan diyakini masih percaya game itu bisa berkembang seiring bertambahnya basis pemain.
Bungie kini tampaknya ingin menjadikan Marathon sebagai fondasi baru studio setelah era Destiny mulai berakhir. Fokus penuh pada proyek tersebut menjadi salah satu alasan perubahan internal yang terjadi.
Komunitas Khawatir dengan Masa Depan Bungie
Kabar mengenai potensi PHK langsung memicu reaksi besar dari komunitas Destiny. Banyak pemain merasa sedih melihat kemungkinan berakhirnya salah satu franchise live service terbesar industri game.
Selain penggemar, situasi ini juga menjadi perhatian bagi para developer yang selama bertahun-tahun membangun Destiny. Banyak pemain mulai memberikan dukungan moral kepada karyawan Bungie di media sosial.
PHK di industri game sendiri memang semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Banyak studio besar melakukan restrukturisasi akibat perubahan strategi bisnis dan tingginya biaya pengembangan game modern.
Bungie sebelumnya juga sempat melakukan pengurangan karyawan dalam beberapa periode terakhir. Karena itu, laporan terbaru ini semakin memperkuat kekhawatiran komunitas terhadap kondisi internal studio.
Sebagian pemain juga mempertanyakan arah baru Bungie setelah berada di bawah naungan Sony. Akuisisi besar tersebut awalnya diharapkan mampu memperkuat masa depan Destiny dan proyek baru studio.
Namun, tantangan industri live service modern tampaknya membuat Bungie harus mengambil keputusan sulit. Persaingan genre multiplayer online kini jauh lebih ketat dibanding beberapa tahun lalu.
“Baca Juga: OPPO Pad 6 Debut Usung Desain Tipis dan 144 Hz”
Marathon Jadi Penentu Masa Depan Studio
Keputusan Bungie memusatkan perhatian pada Marathon membuat game tersebut kini menjadi proyek paling penting bagi studio. Masa depan Bungie kemungkinan akan sangat bergantung pada keberhasilan game tersebut.
Extraction shooter sendiri merupakan genre yang cukup kompetitif saat ini. Banyak game serupa mencoba menarik pemain dengan sistem loot, survival, dan PvP intensif.
Karena itu, Bungie perlu memastikan Marathon mampu membangun komunitas jangka panjang. Pengalaman studio dalam mengelola game live service bisa menjadi salah satu modal utama mereka.
Meski begitu, sebagian penggemar masih berharap Bungie tidak benar-benar meninggalkan Destiny sepenuhnya. Franchise tersebut memiliki sejarah panjang dan komunitas besar di seluruh dunia.
Untuk saat ini, Bungie belum memberikan pernyataan resmi mengenai laporan PHK tersebut. Namun, perkembangan terbaru memperlihatkan studio sedang memasuki fase perubahan besar untuk masa depan mereka.
Dengan Destiny 2 mendekati akhir siklus utamanya dan Marathon menjadi fokus baru, Bungie kini berada dalam salah satu periode paling menentukan dalam sejarah perusahaan.





Leave a Reply