mathaijoseph – Update terakhir Destiny 2 berhasil menarik perhatian besar dari komunitas dan mencatat performa yang sangat positif. Namun, laporan terbaru menyebut pencapaian tersebut tidak mengubah keputusan internal Bungie yang telah ditetapkan sebelumnya.
Dalam beberapa pekan terakhir, para pemain menunjukkan dukungan besar terhadap Destiny 2 melalui peningkatan jumlah pemain dan aktivitas yang tinggi. Meski demikian, berbagai laporan mengindikasikan bahwa kondisi internal studio masih belum mengalami perubahan.
“Baca Juga: Xbox Dikabarkan Cari Pembeli Ninja Theory Lewat Senua”
Informasi tersebut berasal dari jurnalis sekaligus insider Destiny, Paul Tassi. Hingga saat ini, Bungie belum memberikan pernyataan resmi mengenai laporan terbaru tersebut.
Destiny 2 Catat Lonjakan Pemain pada Update Penutup
Peluncuran update terakhir Destiny 2 menjadi salah satu momen terbesar dalam sejarah game tersebut. Banyak pemain kembali masuk ke dalam permainan untuk mengikuti konten penutup sekaligus menyampaikan dukungan terhadap franchise tersebut.
Lonjakan pemain sempat membuat server mengalami gangguan akibat tingginya jumlah pengguna yang masuk secara bersamaan. Pada periode yang sama, jumlah pemain Destiny 2 bahkan dilaporkan melampaui pencapaian Marathon.
Dari sisi komersial, performa Destiny 2 juga menunjukkan hasil yang kuat. Game tersebut sempat menempati posisi ketiga dalam daftar game dengan pendapatan tertinggi di Steam selama sepekan.
Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa komunitas Destiny masih memiliki antusiasme yang besar terhadap game. Dukungan pemain juga menjadi salah satu bentuk respons terhadap ketidakpastian masa depan franchise tersebut.
Meski memperoleh hasil positif, keberhasilan tersebut disebut tidak memengaruhi arah kebijakan yang telah ditetapkan oleh Bungie.
Paul Tassi Sebut Gelombang PHK Tetap Akan Terjadi
Dalam video terbarunya, Paul Tassi membahas kondisi internal Bungie setelah peluncuran update terakhir Destiny 2. Ia menanggapi laporan sebelumnya mengenai potensi pemutusan hubungan kerja dalam jumlah besar.
Menurut Tassi, ia belum dapat memastikan jumlah pasti karyawan yang akan terdampak. Namun, ia menyatakan bahwa gelombang PHK besar memang sedang dipersiapkan oleh perusahaan.
Sebelumnya, beredar laporan yang menyebut sekitar 400 karyawan Bungie berpotensi kehilangan pekerjaan. Hingga kini, informasi tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh Bungie maupun Sony.
Tassi menjelaskan bahwa perubahan besar di dalam perusahaan tetap berjalan meskipun Destiny 2 mencatat hasil yang positif. Dengan kata lain, keberhasilan update terakhir tidak mengubah keputusan bisnis yang telah dibuat sebelumnya.
Seluruh informasi tersebut masih berdasarkan laporan dan sumber internal. Bungie sendiri belum memberikan penjelasan resmi mengenai rencana restrukturisasi perusahaan.
Berakhirnya Destiny 2 Disebut Berdampak pada Struktur Studio
Menurut Paul Tassi, situasi yang terjadi sebenarnya tidak sepenuhnya mengejutkan. Ia menilai keputusan Bungie mengakhiri perjalanan Destiny 2 membuat kebutuhan tenaga kerja ikut berubah.
Laporan tersebut menyebut sekitar setengah dari total karyawan Bungie sebelumnya terlibat dalam pengembangan dan dukungan Destiny 2. Kondisi itu membuat restrukturisasi dinilai sulit dihindari apabila proyek tersebut benar-benar berakhir.
Apabila laporan mengenai PHK massal terbukti benar dan sebagian besar tim Destiny 2 terdampak, maka masa depan franchise tersebut diperkirakan semakin tidak menentu.
Selain itu, belum ada pengumuman mengenai pengembangan Destiny 3. Situasi tersebut membuat komunitas terus mempertanyakan arah seri Destiny setelah berakhirnya dukungan terhadap Destiny 2.
Hingga saat ini, Bungie belum memberikan kepastian mengenai rencana jangka panjang franchise tersebut.
“Baca Juga: God of War: Laufey Dikabarkan Usung Dua Gaya Gameplay”
Destiny 2 Disebut Hanya Akan Menerima Satu Hotfix Terakhir
Paul Tassi juga mengungkap informasi mengenai dukungan Bungie terhadap Destiny 2 setelah update penutup. Berdasarkan sumber internal yang ia hubungi, game tersebut hanya akan memperoleh satu hotfix tambahan.
Setelah pembaruan tersebut dirilis, Destiny 2 disebut tidak lagi menerima dukungan berkelanjutan seperti sebelumnya. Bungie hanya akan melakukan intervensi apabila muncul masalah yang benar-benar mengganggu jalannya permainan.
Laporan itu juga menyebut perusahaan tidak lagi menempatkan tim khusus untuk melakukan pemeliharaan rutin terhadap Destiny 2. Dengan demikian, pengembangan aktif game praktis telah berakhir.
Ketika ditanya apakah kesuksesan update terakhir berhasil memperbaiki kondisi internal Bungie, Tassi mengaku menerima jawaban yang sangat singkat dari sumbernya. Menurutnya, respons yang diberikan hanya menyatakan bahwa keberhasilan tersebut tidak mengubah keadaan.
Hingga Bungie memberikan pernyataan resmi, seluruh informasi mengenai restrukturisasi, masa depan Destiny, serta penghentian dukungan Destiny 2 masih mengacu pada laporan dari sumber internal dan belum memperoleh konfirmasi langsung dari pihak perusahaan.





Leave a Reply