mathaijoseph – Salah satu anggota termuda BTS, Jeon Jungkook, membuat pengakuan mengejutkan yang menarik perhatian penggemar global. Dalam siaran langsung di platform Weverse pada Jumat, 29 Agustus 2025, Jungkook mengaku bahwa dirinya memiliki ADHD pada orang dewasa. Pengakuan tersebut muncul ketika ia menanggapi komentar penggemar tentang kebiasaannya bergerak saat duduk.
“Baca Juga: Uya Kuya Sampaikan Pesan Menyentuh untuk Penjarah Rumahnya”
Sikap terbuka Jungkook mendapat respons positif dari banyak penggemar yang merasa lebih terhubung dengannya. Ini menjadi momen penting yang menunjukkan bahwa selebritas pun tidak luput dari kondisi mental yang nyata dan kompleks.
Respons Santai Jungkook: “Rasanya Seperti ADHD pada Orang Dewasa”
Dalam siaran itu, seorang penggemar menulis komentar yang meminta Jungkook untuk berhenti terlalu banyak bergerak ketika sedang duduk. Jungkook, dengan nada santai namun jujur, menanggapi:
“Rasanya… ini seperti ADHD pada orang dewasa. Aku punya itu. Jadi aku terus bergerak seperti ini,” ujar Jungkook seperti dikutip dari Koreaboo, Senin (1/9).
Banyak penggemar langsung bereaksi dengan empati dan rasa bangga. Mereka menyambut baik keberanian idolanya dalam menyampaikan sesuatu yang masih dianggap tabu di banyak budaya, termasuk di Korea Selatan.
Apa Itu ADHD Dewasa? Kenali Gejala dan Dampaknya
Menurut Mayo Clinic, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan perkembangan saraf yang umum terjadi. ADHD biasanya ditandai dengan kesulitan fokus, perilaku impulsif, dan hiperaktivitas.
Meskipun ADHD sering dikaitkan dengan anak-anak, gejalanya bisa berlanjut hingga dewasa. Pada orang dewasa, hiperaktivitas mungkin berkurang, tetapi kesulitan berkonsentrasi, mudah gelisah, dan impulsivitas masih terlihat.
Banyak orang dewasa dengan ADHD tidak menyadari kondisinya. Mereka mungkin merasa frustrasi karena sering lupa, tidak bisa mengatur waktu, atau kesulitan dalam pekerjaan dan hubungan.
ADHD Bukan Sekadar Kebiasaan: Kenapa Stimming Itu Penting?
Kebiasaan Jungkook yang sering bergerak bisa termasuk dalam stimming — gerakan berulang yang umum dilakukan oleh orang dengan ADHD atau autisme. Gerakan ini adalah cara alami tubuh untuk menenangkan diri saat merasa cemas, bosan, atau kewalahan.
Setelah pengakuan Jungkook, banyak penggemar berharap publik lebih memahami konteks gerakan tersebut. Tidak lagi menganggapnya aneh atau sebagai bentuk ketidaksopanan, tapi sebagai bagian dari mekanisme koping yang sehat.
ADHD Bisa Ditangani: Peran Diagnosis dan Dukungan Profesional
Meskipun penyebab ADHD belum sepenuhnya dipahami, faktor genetik dan lingkungan diketahui berperan besar. ADHD sering terjadi dalam keluarga dan risikonya meningkat jika seseorang terpapar zat beracun saat masa kanak-kanak atau lahir prematur.
ADHD dewasa yang tidak ditangani dapat berdampak serius, seperti masalah akademik, kesulitan ekonomi, dan hubungan pribadi yang tidak stabil. Bahkan, bisa berujung pada kecelakaan, penyalahgunaan zat, atau masalah kesehatan mental lainnya seperti depresi dan gangguan kecemasan.
Para ahli menyarankan siapa pun yang merasa hidupnya terganggu oleh gejala ADHD untuk mencari bantuan profesional. Diagnosis yang tepat dan terapi perilaku atau pengobatan dapat membantu penderita ADHD menjalani hidup yang lebih seimbang dan produktif.
“Baca Juga: Prabowo Percepat Pembentukan Komisi Reformasi Polisi”
Keberanian Jungkook Jadi Representasi Positif untuk Kesehatan Mental
Pengakuan Jungkook menjadi momen penting dalam kampanye global untuk menormalkan pembicaraan soal kesehatan mental. Sebagai figur publik dengan jutaan penggemar, kejujurannya dapat mendorong lebih banyak orang untuk menyadari dan menerima kondisi yang mereka alami.
Lebih dari sekadar pengakuan pribadi, sikap Jungkook bisa menjadi simbol representasi bagi komunitas neurodivergen di seluruh dunia. Diharapkan, langkah ini menjadi awal dari kesadaran kolektif untuk lebih menghargai perbedaan dan pentingnya dukungan terhadap kesehatan mental.





Leave a Reply