mathaijoseph – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Indonesia meminta Cloudflare untuk segera mendaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE). Permintaan ini muncul setelah Cloudflare terdeteksi sering digunakan oleh situs judi online untuk beroperasi di Indonesia. Yang membuat penegakan hukum terkait konten terlarang menjadi lebih sulit. Komdigi menyatakan bahwa tanpa status PSE yang sah, upaya untuk memblokir dan menindak situs-situs tersebut menjadi terbatas.
“Baca Juga: Sanae Takaichi Soroti Ketegangan China-Jepang, Dampak pada Saham”
Cloudflare Dituduh Menyembunyikan Identitas Situs Judi Online
Menurut Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar. Lebih dari 76 persen situs judi online yang diblokir dalam operasi terakhir menggunakan layanan Cloudflare. Cloudflare menyediakan proteksi dari serangan DDoS dan jaringan distribusi konten (CDN) yang membuat situs-situs tersebut sulit untuk ditindak. Dengan perlindungan yang kuat ini, situs judi online dapat menyamarkan alamat IP mereka dan menghindari pemblokiran dengan cepat berkat kemampuan untuk mengganti domain. Hal ini menjadikan penegakan hukum lebih kompleks. Karena platform seperti Cloudflare seringkali digunakan oleh layanan sah dan besar lainnya. Sehingga menambah tantangan bagi pihak berwenang dalam memberantas situs ilegal.
Komdigi Sebut Penegakan Hukum Terkendala Tanpa Pendaftaran PSE
Alexander Sabar mengungkapkan bahwa ketidakpatuhan Cloudflare untuk mendaftar sebagai PSE membuat penegakan hukum terhadap situs-situs terlarang menjadi lebih rumit. Tanpa pendaftaran yang sah, pihak berwenang kesulitan melakukan koordinasi dan tindakan untuk menutup akses ke situs judi online yang memanfaatkan platform tersebut. Penegakan hukum pun terkendala, meskipun Cloudflare banyak digunakan oleh layanan publik dan komersial lainnya di Indonesia. Sabar juga menegaskan bahwa kepatuhan terhadap regulasi PSE sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan platform digital. Serta memastikan bahwa internet di Indonesia aman dan bebas dari konten ilegal. Hal ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah dalam menjaga ruang digital yang sehat.
Sanksi Administratif Menanti Jika Cloudflare Tak Mendaftar
Komdigi memberi waktu bagi Cloudflare untuk memberikan klarifikasi terkait penggunaan platform mereka oleh situs judi online. Jika Cloudflare mengabaikan notifikasi dan tidak mendaftar sebagai PSE. Sanksi administratif, termasuk pemutusan akses, dapat diterapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Komdigi menegaskan bahwa kepatuhan terhadap hukum dan peraturan menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Terutama dalam menjaga ruang digital Indonesia yang bersih dan aman. Selain itu, Komdigi juga menekankan pentingnya perlindungan data pribadi serta penegakan standar keamanan siber yang sesuai dengan regulasi yang ada untuk melindungi masyarakat pengguna internet di Indonesia.
“Baca Juga: Google Rilis Gemini 3, Model AI Terpintar Saingi GPT-5″
Komdigi Terbuka untuk Kerja Sama, Tetapi Tegaskan Pentingnya Kepatuhan
Meskipun Komdigi menekankan pentingnya kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, mereka juga membuka peluang untuk kerja sama dengan Cloudflare. Alexander Sabar menyatakan bahwa pihaknya selalu siap bekerja sama, namun hal itu tetap bergantung pada komitmen Cloudflare untuk mematuhi undang-undang Indonesia. Dengan semakin banyaknya layanan digital yang beroperasi di Indonesia, penting untuk menjaga keseimbangan antara kepatuhan hukum dan kemajuan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.





Leave a Reply