mathaijoseph – Franchise Splinter Cell dikenal sebagai salah satu seri stealth-action paling berpengaruh dalam industri game. Sejak debutnya, seri ini berhasil membangun reputasi melalui gameplay infiltrasi yang menuntut kesabaran, strategi, dan ketelitian pemain.
Bagi banyak penggemar, terutama mereka yang mengikuti seri ini sejak awal, Splinter Cell memiliki tempat khusus dalam sejarah game stealth modern. Salah satu judul yang paling sering disebut sebagai puncak franchise adalah Tom Clancy’s Splinter Cell: Chaos Theory.
“Baca Juga: Persona 4 Revival Jadi Sorotan Usai Muncul Rating”
Baru-baru ini, salah satu sosok penting di balik kesuksesan game tersebut, Clint Hocking, membagikan pandangannya mengenai masa depan franchise yang pernah menjadi bagian penting dalam kariernya.
Dalam wawancara eksklusif bersama FRVR, Hocking berbicara mengenai pencapaiannya di Splinter Cell, perkembangan seri setelah dirinya meninggalkan Ubisoft, hingga proyek baru yang kini sedang ia bangun.
Chaos Theory Dianggap Sebagai Puncak Karyanya di Splinter Cell
Dalam wawancara tersebut, Hocking mengungkapkan bahwa dirinya merasa sangat puas dengan hasil yang dicapai melalui Splinter Cell: Chaos Theory.
Menurutnya, game tersebut merupakan salah satu karya terbaik yang pernah ia kerjakan selama berkarier di industri game. Ia bahkan mengakui bahwa pengalaman menciptakan game tersebut sulit untuk diulang kembali.
Chaos Theory memang sering dianggap sebagai salah satu game stealth terbaik sepanjang masa. Kombinasi desain level, kebebasan pemain, sistem pencahayaan, serta pendekatan infiltrasi yang mendalam membuat game tersebut tetap dikenang hingga sekarang.
Hocking menjelaskan bahwa ia merasa pencapaian yang diraih pada proyek tersebut sudah cukup memuaskan. Karena alasan itu, ia tidak merasa perlu mengejar kembali keberhasilan yang sama di masa depan.
Pandangan tersebut menunjukkan bagaimana Chaos Theory tetap menjadi titik penting dalam perjalanan profesionalnya, bahkan bertahun-tahun setelah game tersebut dirilis.
Perubahan Franchise Terjadi Setelah Kepergiannya dari Ubisoft
Selain membahas Chaos Theory, Hocking juga menyinggung perkembangan franchise Splinter Cell setelah dirinya meninggalkan Ubisoft untuk pertama kalinya.
Ia mengakui bahwa seri tersebut mengalami banyak perubahan seiring pergantian tim dan arah pengembangan yang dilakukan perusahaan. Seperti franchise besar lainnya, Splinter Cell terus berevolusi untuk menyesuaikan diri dengan tren industri dan kebutuhan pasar.
Meski demikian, Hocking tidak menunjukkan penyesalan terhadap perubahan yang terjadi. Ia memahami bahwa sebuah franchise besar akan terus berkembang melalui kontribusi banyak individu yang terlibat di dalamnya.
Menurutnya, Splinter Cell bukan milik satu orang. Franchise tersebut merupakan hasil kerja kolektif dari banyak pengembang yang telah mencurahkan waktu dan kreativitas mereka selama bertahun-tahun.
Pandangan ini memperlihatkan sikap profesional Hocking terhadap proyek yang pernah menjadi bagian penting dalam kariernya.
Tidak Terlibat dalam Remake Splinter Cell yang Sedang Dikembangkan
Ubisoft saat ini diketahui sedang mengembangkan remake Splinter Cell yang telah diumumkan beberapa waktu lalu. Namun, Hocking mengonfirmasi bahwa dirinya tidak terlibat dalam proyek tersebut.
Keputusan tersebut tetap berlaku meskipun Ubisoft mengalami berbagai perubahan internal, termasuk gelombang pemutusan hubungan kerja yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Meski tidak ikut berpartisipasi, Hocking menyampaikan dukungannya terhadap tim yang saat ini mengerjakan remake tersebut. Ia berharap proyek tersebut dapat berjalan dengan baik dan memperoleh kesuksesan saat dirilis nanti.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki kepedulian terhadap masa depan franchise yang pernah dibantunya bangun.
Bagi penggemar lama, dukungan dari sosok yang berperan besar dalam kesuksesan Chaos Theory tentu menjadi sinyal positif bagi proyek remake yang sedang dinantikan.
“Baca Juga: ASUS Pad Meluncur, Usung Layar Tandem OLED”
Fokus pada Studio Baru Setelah Menyelesaikan Assassin’s Creed Hexe
Selain dikenal sebagai desainer Splinter Cell: Chaos Theory, Hocking juga memiliki rekam jejak panjang dalam industri game. Ia pernah terlibat dalam pengembangan berbagai proyek besar seperti Far Cry 2 dan Watch Dogs: Legion.
Belakangan, ia juga diketahui terlibat dalam pengembangan Assassin’s Creed Hexe sebelum akhirnya memutuskan meninggalkan Ubisoft untuk kedua kalinya.
Setelah kepergiannya, Hocking memilih memulai babak baru dalam kariernya dengan mendirikan studio game independen bernama Build Machine Games.
Langkah tersebut menunjukkan keinginannya untuk mengeksplorasi ide-ide baru di luar proyek-proyek besar yang selama ini identik dengan namanya. Dengan pengalaman puluhan tahun di industri, banyak pihak menantikan proyek pertama yang akan lahir dari studio barunya.
Sementara itu, meskipun tidak lagi terlibat secara langsung, warisan Hocking dalam franchise Splinter Cell tetap terasa kuat. Chaos Theory masih dianggap sebagai salah satu standar tertinggi dalam genre stealth, dan pandangannya mengenai masa depan seri tersebut menjadi perhatian bagi banyak penggemar yang menantikan kembalinya Sam Fisher ke dunia game modern.





Leave a Reply