mathaijoseph – Pada 12 November 2025, Pemerintah Korea Selatan melalui Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata (MCST) memberikan tanggapan terkait pernyataan Menteri Sekretaris Negara Indonesia. Prasetyo Hadi, yang mengaitkan insiden ledakan di Jakarta dengan game battle royale PUBG: Battlegrounds. MCST menegaskan bahwa tidak ada hubungan antara peristiwa tersebut dan game yang dikembangkan oleh Krafton ini.
“Baca Juga: Kingdom Come Deliverance 2 Capai 4 Juta Penjualan”
Reaksi MCST Terhadap Pernyataan Indonesia
MCST menanggapi serius pernyataan tersebut dan akan melakukan klarifikasi melalui jalur resmi. “Kami akan menindaklanjuti setelah memastikan fakta melalui jalur resmi seperti kedutaan dan Kementerian Luar Negeri,” ujar seorang pejabat MCST. Dikutip dari ZDnet via detikINET. MCST juga menambahkan bahwa mereka akan menyampaikan posisi resmi Pemerintah Korea Selatan kepada pemerintah Indonesia untuk menjelaskan bahwa mengaitkan peristiwa bom dengan produk hiburan asal Korea tidak memiliki dasar yang kuat.
Kronologi Insiden Bom di Jakarta dan Tanggapan Pemerintah Indonesia
Insiden yang memicu kontroversi ini bermula dari aksi seorang siswa yang meledakkan bom di masjid sebuah SMA di Jakarta Utara. Akibat ledakan ini, hampir 100 orang terluka. Menanggapi kejadian tersebut, Presiden Indonesia Prabowo Subianto memerintahkan kabinetnya untuk. Melakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak game bernuansa kekerasan terhadap perilaku masyarakat.
Dalam pernyataannya, Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa PUBG. Sebagai salah satu game populer, akan diawasi karena dianggap berpotensi menormalkan kekerasan secara psikologis. Pernyataan ini menuai kontroversi, terutama di kalangan para penggemar game dan pengembang industri game. Banyak yang merasa bahwa pernyataan tersebut menyalahkan game secara tidak adil tanpa bukti yang jelas.
Perbedaan Pandangan Antara Indonesia dan Korea Selatan Mengenai Industri Game
Isu ini mengungkapkan perbedaan sikap antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Korea Selatan terhadap industri game. Sementara Indonesia lebih cenderung mengawasi dan membatasi game dengan kekerasan, Korea Selatan justru mendukung pertumbuhan industri ini. Bahkan, pada bulan lalu, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung menegaskan bahwa game bukanlah zat adiktif dan menolak anggapan bahwa industri game harus dibatasi karena masalah kecanduan.
Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan, Choi Hwi-young, juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung industri game di negara tersebut. Dia menekankan pentingnya dialog dengan para pelaku industri dan memastikan bahwa Korea Selatan akan terus berinvestasi dalam pengembangan game dan e-sports.
Dampak Potensial Terhadap Hubungan Diplomatik Indonesia-Korea Selatan
Isu mengenai PUBG ini muncul tak lama setelah pertemuan antara pemimpin kedua negara di KTT APEC pada 1 November 2025. Pertemuan tersebut menegaskan kerja sama erat antara Indonesia dan Korea Selatan. Terutama di bidang pertahanan dan keamanan, termasuk proyek jet tempur KF-21. Meskipun hubungan diplomatik kedua negara tampak baik, perhatian kini tertuju pada apakah pernyataan terkait PUBG ini akan mempengaruhi sektor industri game di masa depan.
Sementara itu, Korea Selatan terus fokus pada regulasi yang mendukung industri game, dengan pembentukan Komite Khusus Game ke-2 yang akan memperbarui regulasi terkait item berbasis probabilitas, mendukung pengembang indie, serta memperkuat ekosistem e-sports.
“Baca Juga: QRIS Dorong Indonesia Jadi Pionir Pembayaran Digital di Asia Tenggara”
Penutup: Masa Depan Industri Game di Indonesia dan Korea Selatan
Dengan adanya perbedaan sikap antara kedua negara mengenai industri game, masa depan pengembangan dan regulasi game di Indonesia dan Korea Selatan masih akan menjadi perhatian utama. Pemerintah Indonesia diharapkan dapat mengkaji dampak game dengan pendekatan yang lebih berbasis bukti dan penelitian. Sementara itu, Korea Selatan akan terus mendorong pertumbuhan industri game dan menciptakan regulasi yang mendukung inovasi serta perkembangan di sektor ini.
Apakah pernyataan ini akan berdampak pada hubungan diplomatik antara kedua negara dalam sektor industri game masih perlu dilihat, namun yang pasti, perhatian global terhadap pengaruh media hiburan terhadap perilaku sosial akan terus berkembang.





Leave a Reply