mathaijoseph – Telkomsel menegaskan komitmen mendukung pemulihan pascabencana di Aceh dengan menjaga layanan telekomunikasi tetap berjalan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra di Banda Aceh. Agenda itu digelar pada Selasa, 30 Desember 2025. Forum tersebut menjadi wadah koordinasi lintas sektor untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
“Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Hadir dengan Exynos 2600 dan AI Lokal”
Konektivitas dinilai krusial dalam fase pemulihan karena mendukung distribusi bantuan dan koordinasi layanan publik. Telkomsel menempatkan keberlanjutan jaringan sebagai prioritas utama di wilayah terdampak bencana. Perusahaan memastikan masyarakat tetap terhubung selama proses pemulihan berlangsung. Komitmen ini sejalan dengan peran operator seluler dalam situasi darurat.
Rapat Koordinasi Satgas Bahas Percepatan Pemulihan Wilayah Terdampak
Rapat koordinasi mempertemukan kementerian, lembaga, BUMN, dan kepala daerah terdampak bencana. Forum tersebut membahas langkah percepatan pemulihan pascabencana di Sumatra. Pembahasan mencakup perbaikan infrastruktur, layanan transportasi, dan penguatan anggaran. Selain itu, agenda juga menyoroti layanan sosial dan pemulihan pasokan listrik.
Keberlanjutan jaringan komunikasi menjadi salah satu topik utama pembahasan. Ketersediaan komunikasi dinilai menentukan efektivitas pemulihan di lapangan. Pemerintah dan pemangku kepentingan sepakat menjaga sinergi lintas sektor. Koordinasi ini diharapkan mempercepat normalisasi aktivitas masyarakat.
Progres Pemulihan Jaringan Telkomsel di Wilayah Aceh
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, memaparkan perkembangan pemulihan jaringan perusahaan di Aceh. Ia menyampaikan bahwa sebagian besar infrastruktur jaringan telah kembali beroperasi. Telkomsel memprioritaskan pemulihan site yang terdampak langsung oleh bencana. Upaya tersebut dilakukan secara bertahap sesuai kondisi lapangan.
“Sebagian besar site telah kembali beroperasi, dan untuk site yang masih terdampak keterbatasan listrik, kami memastikan layanan tetap berjalan melalui dukungan genset agar masyarakat tetap dapat terhubung,” ujar Nugroho. Pernyataan ini menegaskan fokus perusahaan pada kontinuitas layanan. Telkomsel memastikan komunikasi tetap tersedia meski pasokan listrik belum sepenuhnya pulih.
Data Pemulihan Site dan Dukungan Genset Hingga Desember 2025
Hingga akhir Desember 2025, sekitar 94 persen site Telkomsel di Aceh berhasil dipulihkan. Capaian tersebut menunjukkan kemajuan signifikan dalam waktu relatif singkat. Sekitar 5 persen site masih bergantung pada genset. Kondisi ini disebabkan keterbatasan pasokan listrik di beberapa lokasi terdampak.
Penggunaan genset menjadi solusi sementara untuk menjaga kualitas layanan. Telkomsel melakukan pemantauan rutin terhadap site yang masih terdampak. Perusahaan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat pemulihan listrik. Pendekatan ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada sumber daya darurat.
“Baca Juga: LG Siapkan Kamera Under Display untuk Mobil Masa Depan”
Bantuan Sosial dan Dukungan Konektivitas di Hunian Sementara
Selain pemulihan jaringan, Telkomsel menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak bencana. Bantuan meliputi logistik, perangkat komunikasi, dan pakaian layak pakai. Perusahaan juga menyediakan program penyediaan air bersih. Bantuan genset turut disalurkan sesuai kebutuhan lapangan.
Telkomsel memastikan dukungan konektivitas di Hunian Sementara yang sedang dibangun. Perusahaan menyediakan akses internet WiFi gratis di lokasi Huntara. Fasilitas ini mendukung aktivitas harian dan komunikasi masyarakat selama masa transisi. Telkomsel juga menghadirkan paket komunikasi terjangkau dan penyesuaian tagihan. Dukungan ini akan berlanjut hingga status kedaruratan Aceh resmi dicabut. Melalui koordinasi berkelanjutan, Telkomsel menegaskan perannya dalam pemulihan Aceh.





Leave a Reply