mathaijoseph –Perusahaan teknologi dan game asal China, NetEase, dilaporkan akan menghentikan pendanaan untuk Nagoshi Studio. Studio tersebut dipimpin oleh kreator terkenal di balik franchise Yakuza, Toshihiro Nagoshi. Keputusan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengurangi investasi dalam pengembangan game secara global.
“Baca Juga: Echoes of Aincrad Tawarkan Potensi Game SAO Terbaik”
Menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut, para karyawan di Nagoshi Studio telah diberitahu mengenai keputusan ini pada hari Jumat. Juru bicara NetEase juga mengonfirmasi kepada Bloomberg bahwa perusahaan akan menghentikan pembiayaan studio tersebut mulai bulan Mei.
Langkah Ini Berpotensi Mengarah pada Penutupan Studio
Keputusan NetEase tersebut menandai potensi penutupan Nagoshi Studio yang baru berdiri beberapa tahun lalu. Situasi ini juga mencerminkan tantangan yang sedang dihadapi oleh industri game global.
Meskipun industri game menghasilkan pendapatan yang bahkan melampaui industri film Hollywood, sektor ini menghadapi persaingan yang semakin ketat. Media sosial dan berbagai platform digital kini menjadi pesaing utama dalam menarik perhatian konsumen.
Kondisi tersebut mendorong sejumlah perusahaan game melakukan penyesuaian strategi bisnis. Salah satu langkah yang diambil adalah mengurangi investasi pada proyek pengembangan game dan menutup beberapa studio.
Nagoshi Studio Berdiri Setelah Kepergian dari Sega
Nagoshi Studio didirikan pada tahun 2021 setelah Toshihiro Nagoshi meninggalkan perusahaan game Jepang Sega Sammy Holdings. Keputusan tersebut diambil untuk memulai proyek pengembangan game independen.
Pada saat itu, dua perusahaan teknologi besar asal China, NetEase dan Tencent, bersaing untuk merekrut talenta game Jepang. Kedua perusahaan tersebut ingin memperkuat ekspansi mereka di pasar game internasional. Akhirnya, Nagoshi memilih bergabung dengan NetEase dan mendirikan studio barunya di bawah dukungan perusahaan tersebut.
Strategi NetEase Kurangi Investasi di Industri Game
Dalam beberapa tahun terakhir, NetEase mulai melakukan pengurangan investasi di sektor game. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi yang dipimpin oleh pendiri sekaligus CEO perusahaan, William Ding.
Langkah tersebut telah menyebabkan berbagai pengurangan tenaga kerja serta penutupan beberapa studio di berbagai negara. Di Jepang sendiri, NetEase sebelumnya menutup Ouka Studio pada akhir tahun 2024. Studio tersebut sebelumnya dikenal sebagai salah satu tim yang menjadi pelopor ekspansi global perusahaan.
Nasib Game Gang of Dragon Masih Belum Jelas
Berbeda dengan Ouka Studio, Nagoshi Studio sempat diberikan kesempatan untuk menyelesaikan proyek game pertamanya. Studio tersebut sedang mengembangkan game berjudul Gang of Dragon.
Pada bulan Desember lalu, Nagoshi Studio bahkan sempat merilis teaser awal untuk proyek tersebut. Namun keputusan NetEase untuk menghentikan pendanaan terjadi sebelum game tersebut dirilis. Salah satu sumber menyebutkan bahwa proyek tersebut masih membutuhkan tambahan dana sekitar ¥7 miliar atau sekitar US$44,4 juta agar dapat diselesaikan.
“Baca Juga: Kabar Duka, Vidi Aldiano Tutup Usia”
Upaya Mencari Investor Baru Masih Berlangsung
Saat ini, Toshihiro Nagoshi dilaporkan sedang berusaha mencari investor atau sponsor baru. Langkah ini dilakukan agar pengembangan game tersebut dapat terus berlanjut. Namun hingga saat ini, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Pihak studio juga sedang berdiskusi dengan NetEase mengenai nasib aset dan materi game yang telah dikembangkan. NetEase disebut memberikan izin kepada Nagoshi Studio untuk melanjutkan proyeknya secara mandiri.
Namun jika studio ingin mempertahankan aset atau merek yang telah dibuat, mereka harus menanggung seluruh biaya terkait. NetEase juga hanya bersedia melakukan negosiasi lebih lanjut jika studio mampu membayar biaya tersebut secara mandiri.
Meski telah mengonfirmasi penghentian pendanaan, juru bicara NetEase tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai persyaratan pemutusan kerja sama tersebut. Situasi ini membuat masa depan Nagoshi Studio serta proyek Gang of Dragon masih belum jelas.





Leave a Reply