mathaijoseph – Perusahaan pengembang di bawah Nexon, Neople, menjadi sorotan setelah merombak tim game First Berserker: Kazan. Langkah ini diambil setelah performa game dinilai kurang memuaskan di pasar global.
Game tersebut dirilis sebagai proyek action-adventure AAA dengan ambisi besar. Pada awal peluncuran sekitar Maret tahun lalu, respons pemain tergolong cukup positif. Jumlah pemain PC bahkan sempat mencapai hampir 30 ribu secara bersamaan.
“Baca Juga: TCL Rilis A400 Pro di Indonesia Lewat INFORMA”
Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama. Penjualan game dilaporkan menurun dan tidak memenuhi ekspektasi perusahaan. Kondisi ini mendorong evaluasi besar terhadap proyek tersebut.
Penjualan Global Turun dan Pasar Cina Jadi Kendala
Penurunan performa tidak hanya terjadi di pasar global umum. Pasar Cina yang sangat penting juga menjadi kendala utama.
Perilisan di wilayah tersebut mengalami keterlambatan karena proses perizinan. Hal ini berdampak langsung pada potensi pendapatan yang tertunda.
Bagi proyek AAA dengan biaya besar, kondisi ini menjadi tekanan serius. Kombinasi penjualan yang lesu dan tertundanya ekspansi membuat posisi game semakin sulit.
Situasi ini memperlihatkan pentingnya pasar Cina dalam industri game modern. Keterlambatan distribusi dapat memengaruhi keberhasilan secara keseluruhan.
Sekitar 100 Developer Dialihkan ke R Team Internal
Menurut laporan internal, Neople mengadakan briefing untuk membahas langkah lanjutan. Sekitar 100 anggota tim pengembang Kazan dialihkan ke unit bernama R Team.
R Team berfungsi sebagai wadah penempatan ulang tenaga kerja. Pengalihan ini bertujuan mendukung proyek lain yang lebih membutuhkan sumber daya.
Neople menegaskan bahwa ini bukan pembubaran total tim Kazan. Namun, arah pengembangan proyek jelas mengalami perubahan signifikan.
Sejumlah rencana sebelumnya kini menjadi tidak pasti. Pengembangan DLC reguler dan porting ke platform lain kemungkinan tertunda atau dibatalkan.
Fokus Pengembangan Inti Selesai, Dukungan Jangka Panjang Dipangkas
Perusahaan menyebut roadmap utama Kazan sudah mendekati tahap akhir. Tim yang tersisa akan fokus menyelesaikan tugas pengembangan inti.
Sementara itu, sebagian besar tenaga dialihkan ke proyek lain yang dianggap lebih prioritas. Pendekatan ini menunjukkan perubahan strategi dalam pengelolaan sumber daya.
Akibatnya, dukungan jangka panjang untuk Kazan diperkirakan akan berkurang. Pembaruan konten kemungkinan tidak sebesar rencana awal.
Keputusan ini mencerminkan evaluasi bisnis yang lebih realistis. Perusahaan berupaya memaksimalkan efisiensi investasi yang telah dikeluarkan.
“Baca Juga: 007 First Light di Switch 2 Alami Penundaan”
Restrukturisasi Nexon dan Fokus ke Dungeon & Fighter Mobile
Langkah ini juga terkait dengan strategi lebih luas dari Nexon dan Neople. CEO Yoon Myung-jin kini merangkap sebagai kepala pengembangan Dungeon & Fighter Mobile.
Selain itu, hak layanan game tersebut di Cina dialihkan ke Tencent sebagai publisher eksklusif. Langkah ini menunjukkan fokus besar pada pasar Cina.
Chairman Nexon, Patrick Söderlund, sebelumnya menyebut adanya “kinerja struktural yang kurang memuaskan”. Pernyataan ini menunjukkan adanya masalah mendasar dalam model bisnis atau desain.
Dalam kondisi tersebut, redistribusi sumber daya menjadi langkah logis. Proyek dengan potensi lebih besar akan menjadi prioritas utama.
Kasus Kazan menjadi contoh kerasnya industri game modern. Proyek dengan awal menjanjikan tetap berisiko jika tidak mampu mempertahankan performa.
Bagi pemain, hal ini berarti dukungan ke depan mungkin lebih terbatas. Sementara itu, bagi developer, pengalaman dari proyek ini akan dibawa ke pengembangan berikutnya.





Leave a Reply