mathaijoseph – Perjalanan seri The Division tidak selalu berjalan mulus bagi Massive Entertainment. Senior Producer Fredrik Brönjemark menggambarkan pengelolaan game live-service seperti mengemudikan bus penuh penumpang. Setiap pemain memiliki pendapat berbeda tentang arah pengembangan game.
Analogi tersebut mencerminkan kompleksitas dalam memenuhi ekspektasi komunitas. Developer harus menyeimbangkan berbagai masukan tanpa kehilangan visi utama. Tantangan ini menjadi bagian dari dinamika pengembangan game modern.
“Baca Juga: Steam Terapkan Rating IGRS untuk Pengguna Indonesia”
Meski demikian, Massive tetap berupaya menjaga konsistensi arah pengembangan. Pendekatan ini penting untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan game.
Kepergian Julian Gerighty Tidak Ganggu Pengembangan
Perubahan terjadi ketika Executive Producer Julian Gerighty meninggalkan Massive Entertainment. Ia bergabung dengan tim Battlefield di EA. Kepergian ini sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar.
Namun, Brönjemark menegaskan bahwa proses pengembangan tetap berjalan normal. Roadmap untuk The Division 3 telah disusun jauh sebelumnya. Dengan perencanaan matang, tim dapat melanjutkan pekerjaan tanpa gangguan berarti.
Hal ini menunjukkan pentingnya struktur dan perencanaan dalam proyek besar. Keberlanjutan proyek tidak bergantung pada satu individu saja.
Strategi Dua Tim untuk Jaga Kualitas Pengembangan
Massive kini menerapkan pendekatan dua jalur dalam pengembangan. Satu tim fokus mengelola game yang sudah berjalan. Tim lainnya bertugas membangun proyek baru, termasuk The Division 3.
Kedua tim secara rutin berbagi informasi dan evaluasi. Mereka saling bertukar catatan mengenai fitur yang berhasil dan yang perlu diperbaiki. Pendekatan ini membantu meningkatkan kualitas secara keseluruhan.
Kolaborasi internal menjadi kunci dalam menjaga konsistensi produk. Dengan strategi ini, Massive dapat mengembangkan game secara berkelanjutan.
Fokus Kurangi Tech Debt dan Perbaiki Struktur Kerja
Creative Director Yannick Banchereau menekankan pentingnya struktur kerja yang lebih rapi. Massive kini lebih fokus mengelola tantangan teknis yang muncul. Salah satu prioritas adalah mengurangi tech debt.
Tech debt menjadi masalah umum dalam pengembangan game jangka panjang. Oleh karena itu, tim mengalokasikan waktu khusus untuk memperbarui kode lama. Langkah ini bertujuan meningkatkan stabilitas dan performa game.
Pendekatan ini menunjukkan komitmen terhadap kualitas teknis. Massive ingin memastikan pengalaman bermain tetap optimal bagi pemain.
“Baca Juga: Patent Kontroversial Pokemon Gagal Disahkan di AS”
Tetap Tolak Free-to-Play Demi Jaga Pengalaman Pemain
Di tengah tren industri yang beralih ke model free-to-play, Massive memilih jalur berbeda. Mereka sempat mempertimbangkan perubahan tersebut. Namun, keputusan akhirnya adalah tetap menggunakan model bisnis saat ini.
Banchereau menyatakan bahwa free-to-play tidak sesuai dengan fondasi desain The Division. Perubahan model bisnis berisiko mengganggu pengalaman bermain. Oleh karena itu, Massive memilih mempertahankan pendekatan yang sudah terbukti berhasil.
Keputusan ini juga didasari oleh penghargaan terhadap komunitas pemain. Massive ingin menjaga kepercayaan yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Fokus utama tetap pada kualitas, bukan sekadar ekspansi jumlah pemain.





Leave a Reply