mathaijoseph – Salah satu karyawan Ubisoft resmi dipecat setelah melontarkan kritik terbuka terhadap kebijakan perusahaan. Pemecatan ini terjadi setelah yang bersangkutan sebelumnya sempat dikenai sanksi skorsing. Peristiwa tersebut kembali menempatkan Ubisoft dalam sorotan negatif publik. Citra perusahaan di mata gamer dan pelaku industri dinilai semakin memburuk. Hal ini terjadi di tengah restrukturisasi besar-besaran yang sedang dijalankan perusahaan. Restrukturisasi tersebut berdampak pada penutupan studio dan pemutusan hubungan kerja massal. Kasus ini memicu perdebatan mengenai kebebasan berpendapat karyawan. Banyak pihak menilai langkah Ubisoft berpotensi memperdalam krisis kepercayaan internal.
“Baca Juga: Masalah Internal Ancam Kelanjutan Ashes of Creation”
Laporan Insider Gaming Ungkap Kronologi Pemecatan
Menurut laporan dari Insider Gaming, karyawan yang dipecat bernama David Michaud-Cromp. Ia diketahui telah bekerja di Ubisoft selama 13 tahun. Sebelum pemecatan, David sempat diskors selama tiga hari. Skorsing tersebut dijatuhkan setelah ia menyampaikan kritik terhadap kebijakan perusahaan. Kritik itu disampaikan secara terbuka melalui akun LinkedIn pribadinya. Tidak lama setelah masa skorsing berakhir, manajemen memutuskan pemutusan hubungan kerja. Keputusan tersebut memicu reaksi dari komunitas industri. Banyak pihak mempertanyakan proporsionalitas sanksi yang diberikan.
Kritik Terbuka soal Restrukturisasi dan Kebijakan Kerja
Dalam unggahannya, David Michaud-Cromp mengkritik kebijakan kembali bekerja di kantor pasca restrukturisasi. Ia menilai kebijakan tersebut tidak sensitif terhadap kondisi karyawan. Selain itu, ia menyoroti dampak restrukturisasi yang menutup beberapa studio. PHK massal dan pembatalan sejumlah proyek gim juga menjadi sorotan kritiknya. David menyebut kebijakan ini berdampak langsung pada stabilitas pekerja. Ia juga mempertanyakan arah strategis perusahaan ke depan. Menurutnya, keputusan-keputusan tersebut diambil tanpa pertimbangan menyeluruh. Kritik itu ditulis dengan nada profesional namun tegas.
Sorotan terhadap Strategi Game as a Service Ubisoft
David juga mengkritik fokus Ubisoft pada model Game as a Service. Ia menilai strategi tersebut tidak bijak berdasarkan pengalaman perusahaan selama ini. Menurutnya, pendekatan tersebut justru sering menyebabkan kerugian finansial. Ia menilai Ubisoft berulang kali gagal memaksimalkan model tersebut. Kritik tersebut menyentuh inti strategi bisnis perusahaan. David menyebut perusahaan perlu mengevaluasi kembali arah pengembangan gimnya. Ia menilai ketergantungan pada satu model bisnis berisiko tinggi. Pandangan ini memicu diskusi luas di kalangan pengamat industri. Banyak pihak menilai kritik tersebut relevan dengan kondisi Ubisoft saat ini.
“Baca Juga: Dispatch Kena Sensor di Switch, Developer Buka Suara”
Tuduhan Nepotisme dan Kritik terhadap Manajemen Puncak
Selain kebijakan bisnis, David juga menyoroti keputusan pimpinan perusahaan. Ia mengkritik keputusan CEO Yves Guillemot yang menunjuk putranya, Charlie Guillemot, sebagai pimpinan Vantage Studios. Studio tersebut diketahui menangani IP gim penting Ubisoft. David menilai Charlie belum memiliki pengalaman memadai di pengembangan gim. Ia menyebut keputusan tersebut berpotensi menimbulkan kesan nepotisme. Selain itu, ia menyoroti ketimpangan dampak restrukturisasi. Menurutnya, pemangkasan biaya seharusnya juga menyasar manajemen atas. Ia menilai pejabat senior tetap menikmati gaji besar di tengah PHK massal. Kritik ini menutup unggahannya dengan seruan keadilan internal.





Leave a Reply