mathaijoseph – Gelombang restrukturisasi kembali melanda Ubisoft pada awal 2026. Kali ini, perusahaan game asal Prancis tersebut resmi menutup Ubisoft Halifax, sebuah studio yang berbasis di Kanada. Keputusan ini dikonfirmasi langsung oleh Ubisoft melalui pernyataan kepada GamesIndustry dan berdampak langsung pada 71 karyawan yang bekerja di studio tersebut.
“Baca Juga: Infinix Note 60 Hadir dengan Fitur Chat via Satelit Tanpa Internet”
Penutupan ini menambah daftar panjang studio dan tim Ubisoft yang terdampak langkah efisiensi dalam beberapa tahun terakhir. Bagi para karyawan Ubisoft Halifax, keputusan ini berarti harus menghadapi awal tahun 2026 dengan mencari peluang kerja baru di tengah kondisi industri game global yang masih penuh ketidakpastian.
Profil Ubisoft Halifax dan Perannya dalam Proyek Mobile
Ubisoft Halifax bukanlah studio kecil atau baru dalam jaringan Ubisoft. Studio ini telah beroperasi selama kurang lebih 15 tahun dan resmi diakuisisi oleh Ubisoft pada 2015. Sepanjang perjalanannya, Ubisoft Halifax dikenal sebagai tim yang fokus menggarap proyek game mobile, khususnya untuk waralaba besar milik Ubisoft.
Beberapa IP ternama yang pernah ditangani studio ini antara lain Assassin’s Creed dan Rainbow Six. Kontribusi tersebut menjadikan Ubisoft Halifax bagian penting dalam strategi ekspansi Ubisoft ke pasar mobile. Penutupan studio ini menunjukkan bahwa bahkan unit dengan pengalaman panjang pun tidak luput dari kebijakan perampingan perusahaan.
Penutupan Bertepatan dengan Pengakuan Serikat Pekerja
Keputusan menutup Ubisoft Halifax menjadi sorotan karena waktunya yang dinilai sensitif. Pada pekan yang sama sebelum pengumuman penutupan, tim Ubisoft Halifax baru saja mengumumkan keberhasilan pembentukan serikat pekerja mereka. Serikat ini tercatat sebagai serikat buruh pertama di lingkungan Ubisoft wilayah Amerika Utara.
Proses pembentukan serikat tersebut memakan waktu lebih dari enam bulan dan melalui tahapan birokrasi yang panjang. Fakta bahwa penutupan studio terjadi tak lama setelah pengakuan serikat memicu berbagai spekulasi dan reaksi publik. Namun, Ubisoft menegaskan bahwa tidak ada keterkaitan antara penutupan studio dan pembentukan serikat pekerja tersebut.
Alasan Resmi Ubisoft dan Komitmen Dukungan Karyawan
Dalam pernyataan resminya, Ubisoft menyebut penutupan Ubisoft Halifax sebagai bagian dari strategi efisiensi yang lebih luas. Perusahaan menjelaskan bahwa selama dua tahun terakhir mereka telah melakukan berbagai langkah untuk merampingkan struktur internal, meningkatkan efisiensi operasional, dan menekan biaya.
Ubisoft menyatakan bahwa keputusan menutup studio Halifax merupakan pilihan sulit yang harus diambil dalam proses tersebut. Sebanyak 71 posisi terdampak langsung oleh kebijakan ini. Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh kepada para karyawan, termasuk paket pesangon yang komprehensif serta bantuan karier tambahan untuk membantu transisi ke peluang kerja berikutnya.
“Baca Juga: Xiaomi Siapkan Ponsel Berkipaas Pendingin Internal”
Restrukturisasi Ubisoft dan Arah Kebijakan Jangka Panjang
Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan yang sebelumnya disampaikan oleh CEO Ubisoft, Yves Guillemot. Pada Oktober 2024, Guillemot menyatakan bahwa Ubisoft perlu mengembalikan tingkat kreativitas dan inovasi yang menjadi fondasi kesuksesan perusahaan. Namun, upaya tersebut juga dibarengi dengan pemangkasan tenaga kerja dalam skala besar.
Bahkan hingga Oktober 2025, gelombang pengurangan karyawan masih terus berlanjut. Salah satu contohnya terjadi di studio Massive Entertainment, pengembang Star Wars Outlaws, yang menerapkan program voluntary career transition. Program tersebut dinilai sebagai bentuk PHK tidak langsung. Penutupan Ubisoft Halifax mempertegas bahwa restrukturisasi Ubisoft masih berlangsung dan menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menghadapi tantangan industri game global.





Leave a Reply